Total Tayangan Halaman

Minggu, 08 Januari 2012

Kisah Telur dan Tempe Gosong


Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ...
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.

Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:

"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."

Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"

Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,

Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"

Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.

Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.

Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.




__________^^___________
CC: Imam Purnama Nugraha
---------------------------------

Sabtu, 17 Desember 2011

ayah..

Ayah.. engkau adalah harapan hidup kami

harapan di setiap hari-hari kami
dengan panasnya terik matahari
mandi keringat, membanting tulang untuk kami keluargamu..

Ketika fajar menyingsing kau mulai melangkah
dan ketika senja hari baru kau kembali
itu semua demi tujuan mulia
memberi sinar bahagia bagi kami..

Ayah.. di setiap do'aku, aku selalu teringat padamu
teringat akan kerja kerasmu dan jerih payahmu
aku bermohon kepada tuhan
berikan keselamatan untuk ayah..

Ketika matahari mulai membakar tubuhmu
kau tetap semangat berjuang untuk kami
sungguh hanya engkau harapan kami
harapan baik, bagi kami semua keluargamu


by: silfi dwi saputri

Kepasrahan

Tuhan...

Pelankanlah malam tiba
Agar kami berdua tidak kehilangan arah
Jalan yang kami tempuh masih jauh


Tuhan...
Sisihkanlah mendung itu
Jika gerimis, sakit ibuku kambuh
Jalan yang kami tempuh masih jauh


Tuhan...
Berikanlah kekuatan untuk menempuh hidup ini
Kami tahu derita hari ini
Adalah bahagia esok hari


*by: muhammad safii

Ibu . . . . . . . . .

Ibu,.. kau mengandungku selama 9 bulan...
Kau rawat aku hingga dewasa
Kau sayangi aku hingga ku sadar
Betapa besar kasih dan sayangmu padaku..

Ibu,.. Kau adalah curahan hatiku
Kau permata bagiku
Kau bagaikan bintang kehidupan

Ibu,.. Tanpa lelah kau memberiku kasih
Dengan penuh harap menjadi anak yang berguna kelak
Ibu,.. kau menyemangatkanku untuk hidup
Tanpa kasihmu, aku akan mati
Tanpa doronganmu, aku akan layu
Tanpa harapanmu, aku akan gugur

Kasih sayang yang kau beri
tak bisa mengalahkan luasnya benua
Perhatian yang kau beri
tak bisa mengalahkan bintang

Cintamu seluas samudra dan seluas jagat raya ini
Kasihmu bagaikan air yang mengalir

Tapi apa..???

Ku belum bisa memberi yang terbaik untukmu
Ku ingin memberimu kasih yang tiada terhitung
Ku ingin berbakti padamu ibu..

Ibu....
Kau adalah segalanya.

*by : danny agustina

Tanpa tanda jasa

Sejuta harapan dan do'a darimu
Kualunkan sebuah kata merdu untukmu
Ucapkan terimakasih yang tiada henti
Ucapan syukur darimu...

Kau didik aku
Hingga aku mendapatkan ilmu
Jadikan ku tahu dari yang belum tahu
Kau bina aku atas harapanku

Ibu...
Kau pahlawanku
Kau penyemangatku
Kau yang memberi tahu
Kau tanpa tanda jasa

Ibu...
Pernahkah kuberbalas padamu..??
Pernahkah ku meminta padamu..??
Untuk jadikanku ratu..
Ratu kehidupan yang tahu segalanya..

Kau korbankan waktu untukku
Kau bagaikan sang surya dalam hidupku
Tak ingin ku menyakitimu
Tak ingin ku meludahimu

Mom...
You's better than other
Although you, I can't stand up
I can't to reach it

You's my heaven
You in my heart
For now and forever...

* By : danny agustina

Senja di batas mata...


Senja ujung hari
Kau bawa ku kembali pada mimpi
Sisa jejak yang pernah ku lalui
Sejengkal harap yang pernah ku kubur mati
Pada akhir kisahku bertanya dalam hati

Apa yang kau dengar saat jerit bising hati
Saat malam memadamkan cahaya dan mati
Apakah dengan jelas kau dengar tiap kata mimpi??
Jelaskah apa yang di hati ini ingini..??
Mampukah kau lihat jelas stiap bayang mimpi..??

Yang satu persatu ku rajut menjadi selimut mimpi
Yang kata demi kata ku ukir menjadi kalimat mimpi
Yang tetes demi tetes air mata menjadi lautan mimpi
Yang mimpi demi mimpi kuurungkan hingga mati
Yang mimpi demi mimpi kubangkitkan kembali

Lalu apa yang tak kau jelas dari inginnya jiwa ini..??
Belas kasihmu masihkah harus kunanti..??
Atau harap yang akan mengantarku mati nanti..??

Tears oh heaven
That will be heaven..??
Raise me up n bring me on the mountain
and than..
When the stars are shinning
Bringhtly in the sky

I make a wish and send it to heaven
to make you understand..

= = = =
By : Danny Agustina, siswi kls XI, MA GUPPI Windusari, Magelang 

Sabtu, 10 Desember 2011

TUHANKU. . . . .

Tuhanku,..
dalam peluk keharibaan-Mu, tertunduk aku malu
dalam katup bibir pucat, dalam kecut hati sangat
terkulai tangan tak terangkat, terbaring tubuh berselimut ketat
kembara di belantara, terpenjara dalam jerat
buta warna atas tipu jerat asmara.
pekak telinga atas pesan radarnya
beku hati dalam bujuk rayu nista
tumpul pikir atas tiadanya logika
hiruk pekik ronta dan pinta tak tersapa
riuh pedih jerit dan tangis tak menyapa
duuh Tuhanku...
akankah mata tetap membuta
hati terkulai layu dalam matinya..batu membeku
pekak telinga dalam tulinya pesan menghantar..
tangan terkulai atas tontonan
diri tak makna?
tidak…! lempar selimut dari tubuhmu
buka tirai penutup dungu
patah rantai belenggu seteru
pecah topeng dari wajahmu
bukan saatnya lagi kini termangu
dalam patung baju wajahmu
bangkitlah..menapaklah
melangkah dalam baris padu memadu..
menyatu padu nuju Tuhan-Mu…!
wallahu a’lam

oleh:fatma elly kembanganggrek.com