Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...
Dikisahkan, seorang salaf berkata, “ Dahulu aku adalah seorang yang tenggelam dalam berbagai macam perbuatan maksiat dan mabuk-mabukan. Pada suatu hari aku menemukan seorang anak yatim yang miskin. Lalu aku ambil anak yatim itu dan aku berbuat baik kepadanya"
Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan ia sampai bersih semua kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya, bahkan lebih. Malamnya aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah tiba. Aku dipanggil menuju hisab. Kemudian aku diperintahkan untuk masuk neraka karena banyaknya dosa dan maksiat yang aku kerjakan.
Malaikat Zabaniyyah menyeretku untuk memasukkanku ke dalam neraka. Saat itu aku merasa kecil dan hina di hadapan mereka. Tiba-tiba anak yatim itu menghadang di tengah jalan sambil berkata, ‘Tinggalkan ia wahai malaikat Rabb-ku! Biarlah aku memintakan syafaat untuknya kepada Rabb-ku! Dialah yang dulu telah berbuat baik kepadaku, telah memuliakanku!’
Malaikat berkata, ‘Tetapi aku tidak diperintahkan untuk itu.’ Sekonyong-konyong terdengar seruan dari Allah, firman-Nya, ‘ Biarkan dia, sungguh Aku telah mengampuninya dengan syafaat anak yatim itu dan kebaikannya kepadanya!’ Lalu aku terbangun dan aku pun bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla, dan saya terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yatim."
Bismillahirrohmaanirrohiim..Mari belajar bersama, smoga bisa bermanfaat. Amien..
Total Tayangan Halaman
Kamis, 02 Februari 2012
Minggu, 08 Januari 2012
Kisah Telur dan Tempe Gosong
Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! ...
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.
Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:
"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."
Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"
Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,
Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"
Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.
Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.
Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.
Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.
__________^^___________
CC: Imam Purnama Nugraha
---------------------------------
Sabtu, 17 Desember 2011
ayah..
Ayah.. engkau adalah harapan hidup kami
harapan di setiap hari-hari kami
dengan panasnya terik matahari
mandi keringat, membanting tulang untuk kami keluargamu..
Ketika fajar menyingsing kau mulai melangkah
dan ketika senja hari baru kau kembali
itu semua demi tujuan mulia
memberi sinar bahagia bagi kami..
Ayah.. di setiap do'aku, aku selalu teringat padamu
teringat akan kerja kerasmu dan jerih payahmu
aku bermohon kepada tuhan
berikan keselamatan untuk ayah..
Ketika matahari mulai membakar tubuhmu
kau tetap semangat berjuang untuk kami
sungguh hanya engkau harapan kami
harapan baik, bagi kami semua keluargamu
by: silfi dwi saputri
Kepasrahan
Tuhan...
Pelankanlah malam tiba
Agar kami berdua tidak kehilangan arah
Jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan...
Sisihkanlah mendung itu
Jika gerimis, sakit ibuku kambuh
Jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan...
Berikanlah kekuatan untuk menempuh hidup ini
Kami tahu derita hari ini
Adalah bahagia esok hari
*by: muhammad safii
Ibu . . . . . . . . .
Ibu,.. kau mengandungku selama 9 bulan...
Kau rawat aku hingga dewasa
Kau sayangi aku hingga ku sadar
Betapa besar kasih dan sayangmu padaku..
Ibu,.. Kau adalah curahan hatiku
Kau permata bagiku
Kau bagaikan bintang kehidupan
Ibu,.. Tanpa lelah kau memberiku kasih
Dengan penuh harap menjadi anak yang berguna kelak
Ibu,.. kau menyemangatkanku untuk hidup
Tanpa kasihmu, aku akan mati
Tanpa doronganmu, aku akan layu
Tanpa harapanmu, aku akan gugur
Kasih sayang yang kau beri
tak bisa mengalahkan luasnya benua
Perhatian yang kau beri
tak bisa mengalahkan bintang
Cintamu seluas samudra dan seluas jagat raya ini
Kasihmu bagaikan air yang mengalir
Tapi apa..???
Ku belum bisa memberi yang terbaik untukmu
Ku ingin memberimu kasih yang tiada terhitung
Ku ingin berbakti padamu ibu..
Ibu....
Kau adalah segalanya.
*by : danny agustina
Tanpa tanda jasa
Sejuta harapan dan do'a darimu
Kualunkan sebuah kata merdu untukmu
Ucapkan terimakasih yang tiada henti
Ucapan syukur darimu...
Kau didik aku
Hingga aku mendapatkan ilmu
Jadikan ku tahu dari yang belum tahu
Kau bina aku atas harapanku
Ibu...
Kau pahlawanku
Kau penyemangatku
Kau yang memberi tahu
Kau tanpa tanda jasa
Ibu...
Pernahkah kuberbalas padamu..??
Pernahkah ku meminta padamu..??
Untuk jadikanku ratu..
Ratu kehidupan yang tahu segalanya..
Kau korbankan waktu untukku
Kau bagaikan sang surya dalam hidupku
Tak ingin ku menyakitimu
Tak ingin ku meludahimu
Mom...
You's better than other
Although you, I can't stand up
I can't to reach it
You's my heaven
You in my heart
For now and forever...
* By : danny agustina
Senja di batas mata...
Senja ujung hari
Kau bawa ku kembali pada mimpi
Sisa jejak yang pernah ku lalui
Sejengkal harap yang pernah ku kubur mati
Pada akhir kisahku bertanya dalam hati
Apa yang kau dengar saat jerit bising hati
Saat malam memadamkan cahaya dan mati
Apakah dengan jelas kau dengar tiap kata mimpi??
Jelaskah apa yang di hati ini ingini..??
Mampukah kau lihat jelas stiap bayang mimpi..??
Yang satu persatu ku rajut menjadi selimut mimpi
Yang kata demi kata ku ukir menjadi kalimat mimpi
Yang tetes demi tetes air mata menjadi lautan mimpi
Yang mimpi demi mimpi kuurungkan hingga mati
Yang mimpi demi mimpi kubangkitkan kembali
Lalu apa yang tak kau jelas dari inginnya jiwa ini..??
Belas kasihmu masihkah harus kunanti..??
Atau harap yang akan mengantarku mati nanti..??
Tears oh heaven
That will be heaven..??
Raise me up n bring me on the mountain
and than..
When the stars are shinning
Bringhtly in the sky
I make a wish and send it to heaven
to make you understand..
= = = =
By : Danny Agustina, siswi kls XI, MA GUPPI Windusari, Magelang
Langganan:
Postingan (Atom)