Bismillahirrohmaanirrohiim..Mari belajar bersama, smoga bisa bermanfaat. Amien..
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 22 Oktober 2011
Keikhlasan
Ada sebuah cerita menarik dan mudahan bisa menginspirasi kita, mari kita baca..
cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”
di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”
sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.
“wah mas gak ada uang pas ya?”
“nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”
“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”
“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”
jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”
ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”
selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.
“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”
kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.
“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”
“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”
“tapi ini terlalu banyak mas”
“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”
Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambanya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.
Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.
====
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Taman Bunga
Pada suatu hari Aristotheles bertanya pada Gurunya :
"Bagaimanakah kita dapat memilih sesuatu yang baik dalam hidup ini?"
Guru: "Berjalanlah lurus di Taman Bunga yg Luas, Petiklah 1 Bunga yang Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang"
Kemudian Aristotheles melaksanakannya dan kembali dengan Tangan Hampa..
Guru: "Mana Bunganya? "
Aristotheles menjawab: " Aku tdk bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tapi aku berfikir, di depan ada pasti yg LEBIH INDAH lagi..ketika aku telah sampai di Ujung Taman, Aku baru sadar bahwa yg aku temui Pertama tadi adalah yg Terbaik, tapi aku tidak bisa kembali lagi ke belakang..."
Guru: "seperti itulah hidup, semakin kau mencari yg Terbaik, maka Kau tak akan pernah menemukannya..Jangan pernah Sia-siakan yg Tumbuh d Hatimu.. Dan janganlah sia-siakan seseorang yang mencintaimu saat ini... Karena waktu Tak Akan pernah Berputar kembali..
Semoga bermanfaat ....
Penjual Bakso..Jagung..Cendhol dan Pemilik Toko Kelontong
Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.
“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.
“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.
“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”
Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”
“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.
“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.
Aduh gawat juga Pak Patul ini. “Maksudnya?”, saya mengejar lagi.
“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.
Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.
Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya.
Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya.
Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.
Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul.
Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas.
Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bias disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya:
“Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.
Peradaban saya masih peradaban “milik saya”.
Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.
==
30 th silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada Penjual cendhol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?”
==
Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar.
Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.
“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”
“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”
“Berarti saya hutang?”
“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”.
Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!
==
Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya.
Ketika datang saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”
Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk:
“Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….”
Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece.
Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi.
Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun.
Bakso Khalifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan.
Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR.
Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen Irjen Sekjen.
Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol.
Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.
===
Oleh Emha Ainun Nadjib
Caraku mencintaimu
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena aku membenci mu,
Namun karena aku ingin menjagamu,
dan menjaga diri ku sendiri dari khalwat yang menjebak,
Aku mencintaimu dengan menjaga diri ku dan diri mu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hati ku dan hati mu sebelum engkau halal bagiku
Begitulah caraku mencintaimu......
Jumat, 14 Oktober 2011
Melangkah Merajut Mimpi
Tersenyumlah menatap masa depan..
Jangan pernah terperangkap kesunyian.
Jangan biarkan diri sendiri menjadi korban.
Semua pasti ada jalan..
Jalan menuju perubahan, menuju kebahagiaan,
Hidupkan hari dengan senyuman.
Sebuah senyuman pertama pada diri sendiri.
Bertanda sebuah ketegaran hati melangkah ke depan.
Melangkah..
Seiring dngan irama yang mengalun dihati.
menoleh kebelakang,
Seiring dengan gejolak yang mengoyak
bersama kerisauan dihati..
Luluhkan diri dan biarkan ia mengalir bagai derasnya aliran sungai.
Nyanyikanlah melodi jiwa,
Bagai heningnya suara sang malam yang sunyi.
Kenalilah penderitaan dari kelembutan cinta_NYA.
Sebuah masa yang begitu indah atas ujian_NYA.
Sungguh diri kita bukanlah apa-apa.
Ya,kecuali hanyalah selaput berkilauan,
yang tak selalu mampu membalut segores luka.
Bukan pula secercah cahaya yang tak selalu bisa terangi kekecewaan yang menyakitkan,
Melainkan setangkai bunga putih.
Setangkai bunga putih..
Yang terkadang mekar juga layu,
Seiring musim yang berganti.
Tersenyumlah kembali jangan bersedih lagi.
Tersenyum merajut mimpi..
Mimpimu wujudkanlah dengan penuh percaya diri.
Hidup adalah perjuangan,
Semua butuh pengorbanan.
Dan yakinlah badai pasti akan berlalu..
Jangan pernah terperangkap kesunyian.
Jangan biarkan diri sendiri menjadi korban.
Semua pasti ada jalan..
Jalan menuju perubahan, menuju kebahagiaan,
Hidupkan hari dengan senyuman.
Sebuah senyuman pertama pada diri sendiri.
Bertanda sebuah ketegaran hati melangkah ke depan.
Melangkah..
Seiring dngan irama yang mengalun dihati.
menoleh kebelakang,
Seiring dengan gejolak yang mengoyak
bersama kerisauan dihati..
Luluhkan diri dan biarkan ia mengalir bagai derasnya aliran sungai.
Nyanyikanlah melodi jiwa,
Bagai heningnya suara sang malam yang sunyi.
Kenalilah penderitaan dari kelembutan cinta_NYA.
Sebuah masa yang begitu indah atas ujian_NYA.
Sungguh diri kita bukanlah apa-apa.
Ya,kecuali hanyalah selaput berkilauan,
yang tak selalu mampu membalut segores luka.
Bukan pula secercah cahaya yang tak selalu bisa terangi kekecewaan yang menyakitkan,
Melainkan setangkai bunga putih.
Setangkai bunga putih..
Yang terkadang mekar juga layu,
Seiring musim yang berganti.
Tersenyumlah kembali jangan bersedih lagi.
Tersenyum merajut mimpi..
Mimpimu wujudkanlah dengan penuh percaya diri.
Hidup adalah perjuangan,
Semua butuh pengorbanan.
Dan yakinlah badai pasti akan berlalu..
Kamis, 15 September 2011
Lyric lagu Insya Allah by Maher Zain
Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can`t see which way to go
Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can`t repent
And that its way too late
Your`re so confused,wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Turn to Allah
He`s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don`t let me go astray
You`re the only one that showed me the way,
Showed me the way 2x
Insya Allah3x
Insya Allah we`ll find the way
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can`t see which way to go
Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can`t repent
And that its way too late
Your`re so confused,wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Insya Allah3x
Insya Allah you`ll find your way
Turn to Allah
He`s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don`t let me go astray
You`re the only one that showed me the way,
Showed me the way 2x
Insya Allah3x
Insya Allah we`ll find the way
Senin, 11 April 2011
K A R T I N I
RIWAYAT SINGKAT "RADEN AJENG KARTINI"
Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 48 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia
Menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi juri dalam Festival Film Cannes dan Christine Hakim menjadi aktris Indonesia pertama yang main film Hollywood Eat Pray Love, bersama Julia Robert di Bali.

Animator muda (salah satu animator dalam film Ipin Upin) yang tidak lain adalah putri kedua dari pasangan selebriti Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Kiki (panggilan akrabnya Chikita) saat memulai Karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Sejak awal 2010, dia diterima di sana. Bahkan, dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut. Dia terjun langsung ikut membuat animasi film anak-anak yang banyak digemari di Indonesia itu. Meski magang, Kiki sudah dibayar RM 500 (ringgit Malaysia) atau Rp 1.400.000 (kurs 1 RM = Rp 2.800) per bulan. Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan dengan gaji lebih besar. Ada 20 animator di rumah produksi itu dan Kiki adalah satu-satunya dari Indonesia. Saat ini, meski sedang cuti, dia mendapat tugas untuk ikut mempersiapkan Upin-Ipin ke layar lebar. Kiki-lah yang memberikan sentuhan Indonesia dalam film dua anak kampung Malaysia itu. Misalnya, lewat tokoh Shanty, teman Upin dari Jakarta. Agar benar-benar Indonesia, Kiki memberikan banyak polesan pada tokoh Shanty.
Pada masa Rasulullah sendiri, ada banyak wanita yang juga dikenal sebagai wanita karir. Siti Khadijah, istri Nabi, adalah satu di antaranya. Namun demikian, kita semua tahu bahwa ekonomi bukanlah satu-satunya tujuan kita hidup di dunia. Pada kenyataannya ekonomi hanyalah sarana untuk menopang sisi-sisi kehidupan yang lain. Sisi-sisi kehidupan yang dimaksud antara lain adalah membentuk keluarga sakinah (QS Ar Rum 30:21).
Menjadi wanita karir konvensional dalam arti wanita yang bekerja di luar rumah dan meniti karir sampai puncak adalah “mudah.” Asal memiliki kecakapan yang cukup plus kemampuan “lobi” yang baik, tujuan itu akan tercapai. Tetapi menjadi wanita karir “non-konvensional”, yang menjalankan bisnis dari dan berkantor di rumah demi menjaga keseimbangan “ekosistem” keluarga dan pendidikan anak adalah sulit terutama bagi wanita yang punya kecenderungan exibisionis. Tapi mudah bagi kalangan wanita yang lebih mementingkan hasil kolektif dari pada penampakan ego pribadi. Dalam Islam yang ditekankan bukanlah memamerkan siapa yang berperan paling banyak, tetapi peran maksimal apa yang dapat kita berikan. Bahwa peran kita kemudian diakui atau tidak, tidaklah begitu penting.
Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879, jadi bertepatan 132 tahun yang lalu. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar Kartini tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orang tuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.
Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Bagi kaum wanita yang hidup di masa sekarang (khususnya di Indonesia) paling tidak telah ikut menikmati perjuangan dari Kartini yaitu apa yang disebut persamaan hak. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap kaum wanita.
KARTINI-KARTINI INDONESIA YANG MENDUNIA
Kini telah banyak Kartini Kartini di negeri ini, kaum wanita sudah diberi kesempatan untuk berkarya di bidang apa saja asalkan mempunyai kemampuan di bidangnya.
Berikut ini adalah beberapa wanita Indonesia yang karyanya telah mendunia :
1. Sri Mulyani Indrawati
2. Christin Hakim
3. Marsya Chikita Fauwzi
Bukan saja sebagai animator upin dan ipin ini saja, Marsha Chikita Fawzi adalah penggagas Unyil dan Upin bersalaman di dunia maya sebagai ikon kampanye “Damai Yuk” untuk Indonesia-Malaysia yang di posting di akun twitter dan facebooknya.
Lucia Francisca Susi Susanti lahir di Tasik Malaya, Jawa Barat, 11 Pebruari 1971; adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia. Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996. International Badminton Federation (sekarang Badminton World fedration) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti.
Michelle Wibowo, seorang koki asal Semarang, baru-baru ini ditunjuk sebagai pembuat kue pengantin untuk pernikahan Pangeran William – Kate. Penunjukkan Michelle sebagai koki pernikahan kerajaan ini dimulai dari keikutsertaannya dalam kompetisi yang diadakan Ideal Home Show di Earls Court London. Dalam kompetisi ini, Michelle keluar sebagai Ideal Home Cake Decorator of the Year.
Anggun Cipta Sasmi adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun, Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian. Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album Dunia Aku Punya. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan “Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991″. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.

Griselda Sastrawinata adalah seorang animator asal indonesia yang bekerja sebagai visual development artist (tim Pengembangan animasi) di rumahproduksi Dreamworks yang menghasilkan film2 animasi terkenal Shrek 4 dan filmanimasi lainnya seperti Madagascar, Kung Fu Panda, & Bee movie.
Sebagai mahluk sosial wanita bergerak dinamis dalam lingkup keluarga asal, keluarga bentukan, serta lingkungan tempat tinggal. Untuk waktu kini, lingkupnya bisa ditambah dengan : lingkungan mencari nafkah. Dalam lingkungan mencari nafkah inilah peran wanita tereduksi. Tereduksi sehingga melupakan tugas-tugas pokok dan gagal menyeimbangkan peran dalam lingkup-lingkup lainnya. Melihat fenomena yang terjadi pada wanita kalangan atas, lebih spesifik lagi kalangan wanita selebritis. Asumsi tersebut memang dikuatkan oleh banyak kasus dan fakta. Menyimak fakta itu, kita akan coba mencari dan menyimak realitas lain dan fakta-fakta yang terungkap kemudian mengisyaratkan, sebenarnya bukan profesi pilihanan yang menimbulkan keretakan rumah tangga. Pilihan karier dan cara menyikapinyalah, yang juga menentukan optimal tidaknya kiprah mereka di lingkup keluarga asal, keluarga bentukan, serta lingkungan tempat tinggal. Buktinya, masih banyak kaum wanita yang aktif tapi mampu mendidik anak, mengurus suami dan mengembangkan birrul walidayni.
Pilihan profesi dan cara wanita menekuni profesinya sama-sama mempengaruhi keseimbangan peran wanita dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Bila profesi yang dipilih tidak menganjurkan pada pelanggaran etos mereka sebagai wanita (ibu dan istri), tentu tak masalah jika mereka aktif berkarier. Waktu mereka masih bisa diluangkan untuk mengurus anak-suami, dan fitrah merekapun tetap terpelihara walaupun mesti berbaur dengan sejawat kerja, jika mereka tepat memilih profesi dan tepat memilih sikap dalam menggeluti profesinya.
Kalau mencermati definisi tersebut, maka wanita karier tidak harus kerja di kantor, dan nyatanya di desa maupun di kota, kebanyakan wanita adalah tulang punggung rumah tangga. Adalah pemandangan yang lumrah melihat ibu-ibu membawa dagangan sambil menggendong anak, bersepeda dengan kerombong yang berisi dagangan sayuran pada satu sisi dan anak pada sisi lainnya. Apakah yang demikian bukan wanita karier?

Anggapan bahwa wanita karier akan membuat keluarganya berantakan, tidak berlaku di kalangan ibu-ibu sederhana ini. Nyatanya mereka dapat menjalankan peran yang begitu banyak tersebut dengan sangat baik.
4. Susi Susanti
Lucia Francisca Susi Susanti lahir di Tasik Malaya, Jawa Barat, 11 Pebruari 1971; adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia. Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996. International Badminton Federation (sekarang Badminton World fedration) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti.5. Michelle Wibowo
| Hasil kue pernikahan buatan Michelle |
Dalam kompetisi itu, Michelle menghabiskan lebih dari 80 jam untuk membuat sebuah cake berbentuk wajah Pangeran William dan Kate Middleton.
Keunikan kue kreasi wanita yang berdomisili di Burgress Hill, West Sussex ini menarik perhatian anggota kerajaan dan menjadikan Michelle sebagai pembuat cake di pernikahan William – Kate, 29 April mendatang.
6. Anggun Cipta Sasmi
Anggun Cipta Sasmi adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun, Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian. Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album Dunia Aku Punya. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan “Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991″. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.Saat ini Anggun bermukim di Perancis dan Kanada untuk melanjutkan karier internasionalnya. Sejak tahun 1997, album-album Anggun direkam dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. Dengan 4 album internasionalnya, Anggun tercatat sebagai salah satu penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.
7. Griselda Sastrawinata
PERAN WANITA MUSLIMAH DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
Sebagai mahluk sosial wanita bergerak dinamis dalam lingkup keluarga asal, keluarga bentukan, serta lingkungan tempat tinggal. Untuk waktu kini, lingkupnya bisa ditambah dengan : lingkungan mencari nafkah. Dalam lingkungan mencari nafkah inilah peran wanita tereduksi. Tereduksi sehingga melupakan tugas-tugas pokok dan gagal menyeimbangkan peran dalam lingkup-lingkup lainnya. Melihat fenomena yang terjadi pada wanita kalangan atas, lebih spesifik lagi kalangan wanita selebritis. Asumsi tersebut memang dikuatkan oleh banyak kasus dan fakta. Menyimak fakta itu, kita akan coba mencari dan menyimak realitas lain dan fakta-fakta yang terungkap kemudian mengisyaratkan, sebenarnya bukan profesi pilihanan yang menimbulkan keretakan rumah tangga. Pilihan karier dan cara menyikapinyalah, yang juga menentukan optimal tidaknya kiprah mereka di lingkup keluarga asal, keluarga bentukan, serta lingkungan tempat tinggal. Buktinya, masih banyak kaum wanita yang aktif tapi mampu mendidik anak, mengurus suami dan mengembangkan birrul walidayni.Secara definisi wanita karier bermakna:
(a) seorang wanita yang menjadikan karier atau pekerjaannya secara serius;
(b) perempuan yang memiliki karier atau yang menganggap kehidupan kerjanya dengan serius (mengalahkan sisi-sisi kehidupan yang lain). (A Fatih Syuhud, (www.fatihsyuhud.com).
Mereka jelas sangat serius dan sungguh-sungguh bekerja sebagaimana definisi di atas dan tentu saja di rumah mereka tetap menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Mereka memasak, mengasuh anak, melayani suami, dan yang tak kalah penting juga menjalankan fungsi sosial di masyarakat, misalnya rewang (membantu kalau tetangga punya hajat dalam bentuk tenaga), menyumbang (membantu dalam bentuk uang/barang).
Keluarga adalah tiang utama kehidupan, karena dari situ sebuah komunitas, peradaban dan budaya dibangun. Islam adalah agama yang menitikberatkan pada soliditas dan kekompakan kolektif masyarakat. Akan tetapi kekompakan kolektif tidak dapat terbangun tanpa adanya kekuatan individual pada anggota masyarakat; pada setiap keluarga; pada setiap orang dalam keluarga itu. Di sinilah peran pilar utama keluarga, dan peran ibu mutlak diperlukan untuk membentuk keluarga sakinah, sebagai unsur pokok dari
masyarakat yang progresif dan Islami.
Menjadi wanita karir konvensional dalam arti wanita yang bekerja di luar rumah dan meniti karir sampai puncak adalah “mudah.” Asal memiliki kecakapan yang cukup plus kemampuan “lobi” yang baik, tujuan itu akan tercapai. Tetapi menjadi wanita karir “non-konvensional”, yang menjalankan bisnis dari dan berkantor di rumah demi menjaga keseimbangan “ekosistem” keluarga dan pendidikan anak adalah sulit terutama bagi wanita yang punya kecenderungan exibisionis. Tapi mudah bagi kalangan wanita yang lebih mementingkan hasil kolektif dari pada penampakan ego pribadi. Dalam Islam yang ditekankan bukanlah memamerkan siapa yang berperan paling banyak, tetapi peran maksimal apa yang dapat kita berikan. Bahwa peran kita kemudian diakui atau tidak, tidaklah begitu penting.
=======
Tulisan di atas smoga bermanfaat, tinggalkan kritik maupun saran untuk memperbaiki ke depannya.
Trimakasih
Langganan:
Postingan (Atom)
